Cara menghitung kubikasi kayu sengon

Menghitung kubikasi kayu gelondongan (log) Sengon sangat penting untuk diketahui bagi
mereka yang ingin berbisnis perkebunan Sengon, sehingga kita bisa memperkirakan dengan pasti berapa kubik log kayu Sengon yang kita peroleh dalam luasan 1 hektarenya. Mengetahui cara menghitung kubikasi penting agar kita sebagai pekebun bisa terhindar dari kerugian akibat ketidakjujuran pembeli.
Artikel ini saya tulis bertujuan untuk menjelaskan secara gamblang bagaimana menghitung
kubikasi log Sengon dengan berbagai macam ukuran diameter.
Rumus utama menghitung kubikasi adalah :
Volume = ( P X D X D X 0,7854 ) : 1.000.000
Di mana : P = Panjang potongan log
D = Diameter log
Contoh : Kita menjual ke PT Angin Ribut,  dengan panjang potongan biasanya 130 Cm dengan diameter kayu (Tok) adalah 30 Cm, maka volume yang didapat dalam setiap satu potongan log itu adalah;
Volume = ( 130 X 30 X 30 X 0,7854) : 1.000.000
= 0,0918 M3

Biasanya dalam 1 batang pohon Sengon dengan posisi ideal batang utama lurus setinggi 9 meter, maka dalam 1 pohon bisa mendapat 6 potongan log sepanjang 1,3 cm.
Jadi dalam 1 pohon berdiameter 30 Cm akan mendapat kubikasi sebesar;
Vol = 0,0918 X 6
= 0,55 m3.
Ini berarti untuk mendapat 1 m3 pada kayu dengan diameter 30 cm diperlukan 2 batang pohon Sengon.
Selamat mencoba semoga bermanfaat.

Dipublikasi di Sengon | Tag , | 2 Komentar

Budi daya tanaman buah durian

PENDAHULUAN
Saat ini, permintaan dan harga durian tergolong tinggi, karena memberikan keuntungan menggiurkan bagi siapa saja yang membudidayakan. Sehingga bertanam durian merupakan sebuah prospek usaha agribisnis yang bagus. Cara bertanam durian yang baik merupakan pintu gerbang untuk menuju sukses.

SYARAT PERTUMBUHAN
Tanaman durian tumbuh optimal pada ketinggian 50-600 m dpl,intensitas cahaya 40-50 %, dengan suhu 22-30 0C, curah hujan ideal 1.500 – 2.500 mm per-tahun. Tanah yang cocok, lempung berpasir subur dan banyak kandungan bahan organik, dan pH 6 – 7.

PEMBIBITAN
Pilih bibit tanaman yang subur, segar, sehat, daun banyak, batang kokoh, bebas hama & penyakit, percabangan 2-4 arah dan ada tunas baru

PERSIAPAN LAHAN
Pembukaan lahan sebaiknya pada musim kemarau. Bersihkan alang-alang dan gulma lain serta tanaman keras yang mengganggu masuknya sinar matahari. Lahan miring sebaiknya dibuat terasering. Buat saluran-saluran pembuangan air.

JARAK TANAM
Jarak tanam yang umum 8 x 12 m atau 10 x 10 m

TANAMAN PELINDUNG
Skala luas di tempat terbuka mutlak diperlukan tanaman pelindung,misal lamtoro,turi,gamal,sengon atau pepaya. Tanaman pelindung ditanam setelah penyiapan lahan.

LUBANG TANAM
Buat lubang tanam ukuran 50 cm2. Pisahkan tanah bagian atas dengan bagian bawah dan biarkan selama + 2 minggu. Tanah bagian atas dicampur dengan pupuk kandang matang 20 kg + 5 gr Natural GLIO + 10 kg Dolomit sampai rata sebagai media tanam, kemudian masukkan campuran tersebut ke dalam lubang tanam dan biarkan 1 minggu sebelum bibit ditanam.

PENANAMAN
Penanaman yang ideal pada awal musim hujan. Gali lubang tanam yang berisi campuran media tanam sesuai ukuran bibit. Ambil bibit dan buka plastik pembungkus tanah secara hati-hati. Tanam bibit sebatas leher akar tanpa mengikutkan batangnya. Siram air secukupnya setelah selesai tanam. Akan lebih baik ditambah pupuk organik SUPERNASA dosis 1 botol untuk ± 200 tanaman . 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk lalu siramkan setiap pohon atau siramkan SUPERNASA 1 sendok makan per 10 liter air per pohon.

PENGAIRAN
Pengairan dilakukan sejak awal pertumbuhan sampai tanaman berproduksi. Pada waktu berbunga, penyiraman dikurangi. Penyiraman paling baik pagi hari.

PEMANGKASAN
Pangkas terhadap tunas-tunas air, cabang atau ranting yang sudah mati dan terserang hama penyakit, serta ranting-ranting yang tidak terkena sinar matahari. Ketika tanaman mencapai ketinggian tertentu 4-5 m, pucuk tanaman dipangkas.

PEMUPUKAN
Dosis dan jenis pupuk tergantung pada jenis dan kesuburan tanah atau sesuai rekomendasi setempat, misal sebagai berikut :

Umur (hari)
Pukan (kg/ph)
NPK (kg/ph)
Frekwensi per-tahun
1 – 3
30 – 50
0,5 – 1,0
3 – 4
4 – 6
75 – 150
1,5 – 2,5
2 – 3
15 – 10
200 – 300
3,0 – 5,0
1 – 2

Pemupukan sejak awal pertumbuhan sampai tahun ke-3 dengan pupuk NPK yang kadar N tinggi.
Waktu pemupukan pupuk kandang sekali setahun pada akhir musim hujan atau awal musim kemarau. Sedangkan pupuk Makro sesuai dengan umur tanaman. Caranya dengan menaburkan memutar sesuai dengan lebar pendeknya tajuk tanaman.
Siramkan pupuk organik SUPERNASA (0-3 thn) dan POWER NUTRITION (diatas 3 thn) dengan cara sesuai di atas . Semprotkan 3-4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK per tangki tiap 1-2 bulan selama masih bisa dijangkau alat semprot.
PEMBUAHAN DI LUAR MUSIM
Caranya mengatur pembungaan di setiap pohon durian per blok, yaitu jika menginginkan panen durian bulan Agustus – November, maka sekitar bulan Maret tanaman pada blok diberi pupuk 1,5-2 kg NPK + 1 sendok makan POWER NUTRITION per 10 liter air per pohon dan akan lebih bagus ditambah penyemprotan 3-4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK per tangki setiap 7-10 hari sekali sebanyak 3-4 kali. Selain itu kira-kira 3 bulan sebelumnya tanah areal penanaman harus dikeringkan. Jika waktu pengeringan turun hujan, tanah di sekeliling tanaman dalam radius 5-7 meter diberi mulsa dan dibuatkan saluran pembuangan air. Setelah bunga mekar dan menjadi buah atau 2 bulan setelah bunga mekar, tanaman diberi pupuk NPK dosis 0,5 – 1 kg per tanaman. Setelah terbentuk buah, usahakan tanaman tidak mengeluarkan tunas daun karena dapat menyebabkan terjadinya perebutan unsur hara antara buah dan daun, sehingga perlu disiram POWER NUTRITION lagi (1 botol untuk 30-50 pohon).

PENYERBUKAN
Tidak semua bunga bisa menjadi buah karena bunga durian mekar pada sore sampai malam hari sehingga tidak banyak serangga penyerbuk. Selain itu juga tidak semua bunga durian muncul secara bersamaan, padahal penyerbukan berhasil jika serbuk sari dan kepala putik harus matang secara bersamaan. Oleh karena itu perlu dilakukan penyerbukan buatan, caranya sapukan kuas halus pada bunga mekar pada malam hari. Untuk memaksimalkan kualitas dan kuantitas, sebaiknya dalam satu areal penanaman tidak hanya satu jenis varietas tertentu, tetapi dicampur dengan varietas yang lain.

PERAWATAN BUAH
Penyeleksian buah setelah berdiameter 5 cm. Sisakan dua buah terbaik, jarak ideal buah satu dengan yang lain sekitar 30 cm. Tanaman durian yang baru pertama kali berbuah sebaiknya dipelihara satu atau dua butir buah. Untuk mencegah kerontokan buah setelah buah berumur 10 hari sejak terbentuk, lebih bagus jika diberikan pupuk makro NPK (0,5-1 kg/pohon) ditambah POWER NUTRION (1 botol untuk 30-50 pohon).

PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT
1. Penggerek Batang (Batocera sp. , Xyleutes sp.)
Menyerang dengan cara membuat lubang pada batang, dahan, atau ranting. Gejala serangan tanaman layu, daun kering dan rontok akhirnya mati. Pengendalian; sanitas kebun, potong dan musnahkan batang, dahan, atau ranting yang parah terserang, tutup bekas lubang gerekan dengan kapas yang sudah diberi PESTONA + POC NASA atau disemprotkan.

2. Penggerek Buah (Tirathaha sp., Dacus dorsalis )
Gejala buah menjadi busuk berulat dan akhirnya rontok. Semprotkan sejak awal dengan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 sejak buah berumur 1 minggu, Gunakan perangkap Natural METILAT.

3. Kutu Putih ( Pseudococus sp.)
Hama ini menyerang dengan mengisap cairan dan bisa sebagai pembawa penyakit embun jelaga dan penyebaran dibantu semut. Gejala serangan daun keriting dan merana, sehingga bunga dan buah bisa rontok. Semprotkan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 secara bergantian.

4. Ulat Daun (Papilia sp., Setora sp., Lymatria sp.)
Ketiga ulat menyerang dengan cara memakan daun sehingga berlubang dan rusak. Semprotkan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 secara bergantian.

5. Penyakit Kanker Batang (Phytophthora palmivora)
Gejala serangan adanya luka yang mengeluarkan lendir warna merah pada kulit batang bagian bawah dekat tanah. Setelah batang busuk, pucuk-pucuk tanaman akan mengering, daun layu dan rontok, dan akhirnya mati. Pengendalian dengan sanitasi kebun, memperlebar jarak tanam, menekan gulma, pemangkasan, sejak awal sebelum tanam sebarkan Natural GLIO atau oleskan pada batang yang luka kemudian tutup dengan parafin, kerok batang terserang sampai warna coklat tidak kelihatan kemudian semprot PESTONA + POC NASA.

6. Penyakit Busuk Akar (Jamur Fusarium sp.)
Jika dibelah, pada bagian korteks akan tampak warna coklat dan pada bagian yang berkayu akan tampak warna merah muda dengan bercak coklat. Tanaman yang terserang dimusnahkan dan dibakar serta bekas lubang tanam ditaburi kapur + Natural GLIO, perbaiki sistem drainase serta sejak awal pakai Natural GLIO sebagai pencegahan.

7. Penyakit Bercak Daun (Jamur Colletotrichum sp.)
Gejala adanya bercak-bercak besar kering pada daun tanaman yang akhirnya berlubang. Potong daun terserang, semprotkan Natural GLIO + POC NASA sebagai pencegahan gunakan fungisida berbahan aktif tembaga.

8. Penyakit Jamur Upas (pink disease)
Gejala munculnya cairan kuning pada bagian batang terserang dan diselimuti dengan benang-benang jamur berwarna mengkilat berbentuk seperti laba-laba sehingga menyebabkan kematian pada batang. Potong bagian terserang, kurangi kelembaban, Oleskan Natural GLIO + POC NASA pada bagian terserang atau fungisida berbahan aktif tembaga

9.Penyakit Akar Putih (JamurRigodoporus lignosus)
Daun kuning kemudian coklat sebelum akhirnya mengerut dan gugur. Buang semua tanaman inang dari areal kebun, gunakan Natural GLIO sebagai pencegahan.

10. Penyakit Busuk Buah ( Jamur Phytophthora sp.)
Gejala adanya bercak-bercak basah berwarna coklat kehitaman pada kulit buah, kemudian busuk dan pada bagian terserang terbentuk miselium dan sporangia berwarna putih. Gunakan Natural GLIO sebelum tanam sebagai tindakan pencegahan, sanitasi kebun.

Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, sebagai alternative terakhir bisa digunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata Pembasah AERO 810 dosis 0,5 tutup botol per tangki

PEMANENAN
Waktu panen berbeda tergantung jenis varietas. Jenis monthong sekitar 125 – 135 hari setelah bunga mekar, jenis chanee sekitar 110 – 116 hari setelah bunga mekar. Buah durian mengalami tingkat kematangan sempurna 4 bulan setelah bunga mekar. Waktu petik berdasar tanda-tanda fisik, misal ujung duri coklat tua, garis-garis di antara duri lebih jelas, tangkai buah lunak dan mudah dibengkokkan, ruas-ruas tangkai buah membesar, baunya harum, terdengar bunyi kasar dan bergema jika buah dipukul. Cara penen dengan memetik atau memotong buah di pohon dengan pisau atau galah berpisau. Bagian yang dipotong adalah tangkai buah dekat pangkal batang dan usahakan buah durian tidak sampai terjatuh karena mengurangi kualitas buah.

Dipublikasi di Durian | Tag , , | Meninggalkan komentar

Keuntungan dari bisnis sengon

 

Yang perlu dipikirkan adalah bagaimana pola perkebunan Sengon yang kita kembangkan itu bisa menuai keuntungan dengan hasil yang sangat optimal. Kuncinya hanya satu: Lakukan Budi Daya Sengon dengan pola Intensifikasi Tinggi.
Sengon memang punya karakteristik yang sangat cocok dengan pebisnis yang punya karakter malas. Pebisnis malas adalah mereka yang berfikir sedikit bekerja, ditinggal tanpa pemeliharaan dan bisa panen. Dan khusus untuk Sengon itu memang bisa.

Masyarakat di Kabupaten Wonosobo adalah contoh pebisnis Sengon yang malas. Hasil kunjungan PT Raja Sengon Indonesia ke Wonosobo untuk studi banding budi daya Sengon memang menemukan hal itu. Masyarakat di sana, begitu menanam Sengon, kemudian mereka jaga selama 1 tahun agar terhindar dari hama Kambing. Setelah pohon setinggi 2 meter, setelah itu ditinggal begitu saja. Dan setelah 5 tahun datang kemudian dipanen. Ini bisa terjadi sesuai karakter Sengon yang mempunyai daya hidup tinggi.
Sistem Tanam pebisnis malas tentu banyak kelemahan, meski bisa juga memanennya. Kelemahan pertama tingkat kematian pasti tinggi, bisa antara 12%-30%. Kelemahan kedua adalah capaian diameter yang kecil maksimal 15 Cm. Efek diameter yang kecil tentu terkait langsung dengan harga jual.

Pola Intensifikasi Tinggi sudah barang tentu akan berdampak luas terhadap keuntungan yang dicapai. Pola intensifikasi tinggi mengukurnya hanya dengan dua perlakuan;
1. Bersihkan tanaman sengon dari rumput/gulma tiap 3 bulan sekali.
2. Pupuk dengan NPK (bersubsidi) akan lebih baik lagi NPK Mutiara (Non Subsidi) setiap 4 bulan sekali.
Dengan menerapkan dua pola ini, maka pertumbuhan batang atau diameter bisa berkisar antara 7-10 Cm per tahun. Sementara pertumbuhan normal per tahun Sengon selama ini maksimal hanya 5 Cm per tahun.

Efek pertumbuhan batang yang rata-rata per tahun minimal 7 Cm akan berdampak langsung dengan harga jual yang tinggi. Pola ini, kalau kita hitung pertambahan diameter hanya 7 Cm per tahun, artinya pada tahun ke-3 (saat penjarangan tahap I), harga jual log sudah di atas Rp600 ribu per m3. Karena saat itu diameter tegakan Sengon sudah di atas 21 Cm. Selama ini pada saat penjarangan tahap I, diamter masih di bawah 20 Cm atau harga jual per M3 masih diangka Rp300 ribu. Ini membuktikan pola Intensifikasi Tinggi bisa meningkatkan harga jual sampai 100%.
Di bawah ini adalah perhitungan Laba/Rugi versi PT Raja Sengon Indonesia. Penjelasan ini penting untuk menjawab keraguan para investor soal keuntungan dari perkebunan Sengon dengan pola Intensifikasi Tinggi.

Dalam perhitungan ini, perusahaan menggunakan asumsi-asumsi sebagai berikut;
1. Jarak Tanam 1X3 meter atau dalam 1 ha ada 3.300 pohon.
2. Perhitungan bisnis, hanya dihitung ketika panen tahun ke-5. Perusahaan mengabaikan keuntungan dari penjarangan tahan I (tahun ke-3), tahap II (tahun ke-4) dan keuntungan dari Tumpang sari.
3. Ketika panen tebang keseluruhan pada tahun ke-5, jumlah pohon terpanen hanya 60% dari yang tertanam. Artinya dari 3.300 yang tertanam, pada panen tahun ke-5 hanya ditebang 1.980 pohon.
4. Diameter pada masa panen dihitung 30 Cm ke atas.
5. Harga jual saat panen dengan diameter 30 Cm ke atas hanya dihitung Rp500 ribu per m3. Dengan harga riil saat ini Rp820 ribu per m3.
6. Per m3 terdiri dari 3 pohon. Itu artinya dalam 1 ha saat panen mendapat 1.980/3 = 660 m3
7. Jadi keuntungan per ha per lima tahun adalah 660 X Rp500 ribu = Rp330 juta per ha.
8. Total Biaya Produksi Rp65 juta per ha per lima tahun.
9. Keuntungan bersih Rp330 juta – Rp65 juta = Rp265 juta per ha.
Keuntungan ini lebih dari 400%, jika dibandingkan dengan bunga deposito yang hanya 5% per tahun. Jadi kesimpulannya, Investasi Sengon jauh lebih menguntungkan.

Strategi Cerdik
Ada beberapa cara bagaimana bisnis Sengon ini bisa menjadi mesin uang yang berputar kencang, tanpa henti sehingga kita bisa menikmati apa yang oleh Robert Kiyosaki sebut sebagai Kebebasan Finansial dengan “Pensiun Muda Kaya Raya.” Berikut ini adalah strategi yang mesti dilakukan;
1.Bagi yang modalnya nekat, tanamlah Sengon tiap tahun sampai tahun ke lima minimal 1 ha. Artinya tahun pertama tanam 1 ha, begitu seterusnya sampai tahun ke 5. Dengan pola ini maka begitu memasuki tahun ke-6 dan sampai tujuh turunan, akan menikmati terus tiada henti panen Sengon. Jangan lupa terus tambah areal tanam dengan cara membeli/dimiliki secara pribadi ketika mulai menuaihasil.
2. Bagi yang bermodal besar, tanamlah Sengon tiap tahun sampai tahun ke-5, minimal 10 ha. Artinya tahun pertama tanam 10 ha, begitu seterusnya sampai tahun ke-5. Kenapa minimal 10 Ha? Karena dengan luasan 10 ha akan mencapai tingkat keekonomian yang tinggi. Karena begitu memasuki tahun ke-6, maka akan memetik ketungan bersih per tahun Rp2,65 miliar atau gaji per bulan Rp220,8 juta per bulan. Setingkat dengan gaji presiden direktur diperusahaan multi nasional. Tapi akan lebih mantap lagi kalau per tahun bisa menanam minimal 50-100 ha.
3. Dan ini yang penting; Lakukan bisnis terintegrasi. begitu punya kebun luas, dirikan pabrik minyak atsiri dan kembangkan perikanan yang kita pelihara di lahan-lahan kita yang kandungan airnya bagus. Bangun pabrik trileks setengah jadi sehingga ada nilai tambah.
4. Saran penting: Tanamlah sengon di tanah kita sendiri, tanah yang kita bebaskan. Bukan tanah sewa. Dengan tanah milik sendiri maka akan lebih leluasa mengembangkan bisnis Sengon.
Dengan pola ini, untuk bisa ‘Pensiun Muda Kaya Raya tidaklah begitu susah.” Cuma ya itu tingkatkan juga amalnya kepada kaum miskin papa.

Dipublikasi di Sengon | Tag , , | Meninggalkan komentar

Tehnik perbanyakan bibit pisang

Pemilihan Induk dari Rumpun yang Sehat
Tanaman yang dipilih untuk pohon induk bisa berupa rumpun dewasa yang sudah berbuah dan menghasilkan anakan, dan yang paling utama tanaman harus sehat dan bebas dari hama dan penyakit.

Tehnik perbanyakan anakan konvensional

Teknologi perbanyakan benih pisang umumnya menggunakan metode konvensional untuk menghasilkan tanaman baru, metode itu adalah belahan bonggol (Bit), dan cara mematikan titik tumbuh.

Metode perbanyakan dengan Belahan bonggol (Bit)

• Pilih bonggol pisang yang telah dipanen dari pohon yang sehat, kemudian dibelah akan kelihatan warnanya putih dan tidak berbau busuk, tidak ada bekas penggerek bonggol, dan bersihkan dari kotoran dan akar yang masih menempel.
• Bonggol dipotong menurut mata tunas dengan ukuran 12 x 12 x 10 cm, kemudian direndan dalam campuran larutan fungisida dengan bahan aktif Benomyl dan insektisida bahan aktif monochrotophos dengan dosis 2gr/l, dan 2cc/l, direndam 10-15 menit, benih dapat langsung disemai dipolibag uk.35 x 45cm atau pada seedbag uk.100 x 200 cm, dengan media campuran tanah humus, dan pasir dengan perbandingan 1 : 1 ( v/v).
• Setelah bibit semai di polibag, letakan pada tempat teduh/naungian setengah bayangan selama 1 bulan, dan pada bulan kedua dipindahkan bibit tersebut ke tempat terbuka. Perawatan selama bibit, diperlukan perawatan seperti penyiraman secukupnya untuk menjaga kelembababan tanah, dan setelah berumur 2,5 – 3 bulan benih siap ditanam ke lapang.

Gambar Metode perbanyakan dengan Belahan bonggol (Bit)

Metode perbanyak dengan pembuangan titik tumbuh.

• Pilih bonggol pisang yang telah dipanen (titik tumbuh telah habis), dan bonggol dari tanaman yang belum berproduksi), titik tumbuh dicongkel/dibuang (diameter bonggol minimal 15 cm).
• Bonggol tersebut dibuang pelepah/upih batang/gedebok, lalu dicuci dengan air bersih kemudian direndam dalam larutan insektisida dan fungisida yang dicampur dengan takaran masing-masing 2 cc/ml (berupa cairan) atau (berupa tepung), selama 10 – 15 menit.
• Selanjutnya bonggol tersebut disemai pada seedbag atau media persemaian yang bersisi campuran pasir dan tanah (2 : 1), penyemaian dilakukan selama 8 – 10 minggu, dan benih dapat langsung dicabut dan ditanam dilapang, jika ingin dipindahkan pada polybag (uk. 30 x 40 cm) benih yang berumur 6 minggu diseedbag, setelah 4 minggu kemudian benih siap untuk ditanam dilapang.
Keuntungan :
1. Teknologi mudah dilaksanakan
2. Murah
3. Pemanfaatan bonggol pisang yang telah dipanen
4. Jumlah benih cukup banyak dan relatif seragam

Gambar Perbanyakan dengan mematikan titik tumbuh

Sumber : http://balitbu.litbang.deptan.go.id

Dipublikasi di Pisang | Tag , | Meninggalkan komentar

Perbanyak bibit mangga sistem sambung pucuk

Bibit adalah hal utama dalam pembudidayaan tanaman buah mangga, bibit yang berkualitas sangat diharapkan oleh setiap pekebun. Berikut cara perbanyak bibit mangga dengan cara sambung pucuk. (Ingat pucuk atau entres yang dijadikan batang atas harus diperoleh dari induk yang berkualitas).

Memilih batang bawah yang diameter disesuaikan dengan besarnya batang atas.

Batang bawah dipotong setinggi 20-25 cm di atas permukaan tanah.

Batang bawah kemudian dibelah membujur sedalam 2-2,5 cm

Batang atas sepanjang 10-12.5 cm, kedua pangkal entres disayat sepanjang 2-2.5 cm hingga menyerupai huruf “ V “ atau baji.

Batang atas dimasukkan ke dalam belahan batang bawah. Perhatikan agar kambium entres bisa bersentuhan dengan kambium batang bawah.

Pengikatan dengan tali plastik, dari bawah keatas

Sungkup dengan kantong plastik bening/ plastik es.
Tanaman sambungan kemudian ditempatkan di bawah naungan agar terlindung dari panasnya sinar matahari.

Setelah sambungan umur 2-3 minggu, biasanya sambungan bertunas dan sungkup plastiknya dibuka.

Sumber : http://balitbu.litbang.deptan.go.id

Dipublikasi di Mangga | Tag , , | Meninggalkan komentar

Cara tepat menanam bibit sengon

Bibit sengon siap tanam

Belakangan ini kegemaran masyarakat untuk menanam Sengon begitu besar dan masif. Tapi kebanyakan dari mereka bingung soal jenis bibit yang bisa mereka tanam, dan bagaimana budi dayanya. Artikel ini akan mengulas soal bagaimana budi daya bibit Sengon yang baik.
Jenis Sengon yang bagus untuk budi daya adalah jenis Sengon Putih atau Sengon Laut. Bukan Sengon Coklat. Cirinya, Sengon putih atau Sengon Laut itu tidak bercabang sepanjang minimal 9 meter. Dan warna kulitnya putih. Sementara Sengon coklat mudah bercabang hampir disetiap pertumbuhan 1 meter dan warna batangnya coklat.
Sengon coklat kalah ekonomis ketimbang Sengon putih. Karena Sengon coklat akibat percabangan yang banyak menyebabkan kubikasinya rendah. Dan jarang perusahaan yang mau menerima kayu jenis ini.
Pertanyaannya, apakah kalau kita membeli bibit Sengon selalu mendapat jenis Sengon Laut? Jawabannya ya. Semua pembudidaya Sengon atau pedagang bibit Sengon, selalu menjual jenis Sengon Putih atau Sengon Laut.
Berapa harga bibit Sengon yang ideal? Rata-rata pedagang Sengon, untuk ketinggian bibit 60 Cm dijual Rp1.200 per pohon. Tapi harga ideal adalah setiap ketinggian 10 Cm harga yang pas adalah Rp10 per pohon. Artinya kalau ketinggian pohon 60 Cm, maka harga jualnya mesti Rp600. Karena total ongkos produksi pembibitan sengon per pohon hanya Rp250.
Perlu saya ingatkan, prinsip investasi Sengon adalah mudah dan murah. Makanya hati-hati memilih harga Sengon.

Bibit sengon dalam polibag umur satu minggu

Untuk mendapatkan harga bibit Sengon murah dan berkualitas, ada dua langkah. Pertama, belilah bibit Sengon di sentra-sentra bibit, seperti Magelang, Purwokerto dan Cilacap. Atau lakukan Budi Daya Sendiri jauh lebih murah dan jelas asal-usull bibitnya.
Berikut adalah teknik pembibitan Sengon;
1. Untuk mendapat biji Sengon, carilah pohon Sengon yang sudah berdiameter di atas 40 Cm. Tapi harus Sengon Laut, yang mempunyai ciri kulit berwarna putih dan percabangan tidak banyak.
2. Ambil biji Sengon yang sudah jatuh di tanah. Ambil biji-biji itu ketika musim kemarau. Karena biji Sengon berjatuhan ketika musim kemarau. Dalam 1 Kg biji Sengon biasanya terdapat 50-60 ribu bakal pohon Sengon.
3. Rendam biji Sengon itu di dalam air mendidih pada malam hari, dan biarkan sampai pagi. Volume air secukupnya, asal terendam semua biji yang kita dapat.
4. Pagi harinya, sortir biji sengon yang sudah direndam. Yang mengambang ambil dan buang. Tapi yang tenggelam kita tetapkan sebagai bakal biji Sengon yang bagus.
5. Tebar secara merata di atas plastik, biarkan sampai muncul kecambahnya di biji-biji itu. Biasanya kecambah itu muncul setelah 1-4 hari setelah perendaman.
6. Siapkan polybag. Poisi Polybag harus sudah siap ketika biji-biji itu sudah berkecambah. Artinya persiapan polybag harus jauh-jauh hari. Biasanya persiapan polybag kita lakukan sejak 2 bulan sebelum biji siap tanam.
7. Komposisi kandungan Polybag terdiri dari kompos, tanah dan pasir dengan komposisi kompos 50%: tanah 25% dan Pasir 25%. Ketiganya dioplos secara merata dan masukan ke polybag.
8. Ukuran polybag adalah 10X15 Cm, bisa dari bahan plastik hitam atau putih.
9. Lubangi plastik Polybag itu dibagian bawahnya.
10. Ketika biji Sengon yang sudah berkecambah mau ditanam di polybag, posisi kecambah harus menghadap ke atas, letakkan dengan hati-hati.
11. Siram dengan kucuran air yang halus, sehari 1-2 kali tergantung kondisi alam, beri peneduh dengan kain kasa dan tempatkan di lahan yang agak tinggi.
12. Semprot dengan obat anti Serangga kalau terserang serangga dengan dosis yang sangat rendah.
13. Sebulan setelah itu, pohon Sengon akan tumbuh setinggi 10 Cm.
14. Ketinggan 10 Cm adalah saat yang sangat tepat dan ideal untuk melakukan penanaman.

Dipublikasi di Sengon | Tag , , | 2 Komentar

Bibit durian hasil sambung pucuk

Bagi anda yang hobi menanam tanaman buah, terutama tanaman buah Durian Jenis Monthong alangkah baiknya anda pelajari tulisan yang sederhana ini. Saya tertarik untuk menanam jenis durian ini karena berumur Genjah (cepat berbuah), dengan bentuk batang tidak terlalu tinggi.


Durian yang paling banyak dibudidayakan secara monokultur dalam skala komersial adalah monthong. Varietas ini diintroduksi dari Thailand dan telah dirilis oleh Menteri Pertanian dengan nama Si Otong. Kelebihan monthong adalah, daging buahnya sangat tebal, bijinya kecil bahkan kempes, aromanya tidak kuat (yang justru disukai kosumen asing), dan daya tahan kulitnya cukup tinggi. Disimpan dalam suhu kamar selama satu minggu pun, ujung buah yang telah masak ini tidak akan mau merekah. Sementara durian lokal kita yang telah tua, disimpan dalam bagasi mobil selama sehari saja sudah merekah ujungnya. Monthong juga memiliki daya adaptasi agroklimat yang sangat luas.


Namun di samping segala kehebatan monthong tersebut, ada pula kelemahannya. Kelemahan utamanya adalah, varietas ini sangat tidak tahan terhadap penyakit pytopthora. Penyakit ini terutama akan menyerang bekas sambungan mata tempel. Sambungan ini, letaknya sangat dekat dengan pangkal batang hingga mudah sekali tercemar percikan air hujan. Sambungan yang sangat berdekatan dengan pangkal batang ini, disebabkan oleh waktu penyambungannya yang hanya berselang satu bulan semenjak biji disemai. Tujuannya untuk mempercepat lakunya benih durian.
Para penangkar benih kita, biasa menyemai biji durian yang disebut pongge di polybag maupun di lahan sawah. Selang satu bulan sejak biji disemai, langsung dilakukan penyambungan dengan mata tunas, persis pada daun pertama semai tersebut. Dengan cara ini, pada umur tiga bulan, benih durian sudah bisa dipasarkan. Namun kelemahannya, bekas sambungan yang terlalu dekat dengan pangkal batang ini akan mengakibatkan pekanya tanaman terhadap pytopthora. Serangan pytopthora ini biasanya baru akan muncul ketika tanaman berumur antara 5 sd. 6 tahun, yakni pada saat mulai berbuah.


Patani Thailand, dulunya juga melakukan penyambungan dini demikian. Ketika tanaman mereka terserang pytopthora, mereka memberinya tiga kaki. Caranya, di sekitar pangkal batang itu mereka tanam tiga batang pohon pangkal yang sudah cukup besar, lebih kurang setinggi 1,5 m. Penanaman pohon pangkal ini diatur hingga membentuk segitiga sama sisi di sekeliling batang durian. Setelah tumbuh baik, bagian ujung dari tiga batang pohon pangkal ini disambungkan ke batang utama tanaman. Biasanya serangan pytopthora akan mematikan pohon durian. Namun tanaman durian petani Thailand ini akan terselamatkan, sebab meski batang utamanya telah mati, sekarang dia justru mempunyai tiba batang (kaki) yang berfungsi menggantikan batang utama yang mati tadi.
Untuk selanjutnya, petani Thailand tidak bersedia melakukan penyambungan dini. Mereka justru melakukan penyambungan setelah benih durian setinggi minimal 1 m. Banyak penangkar benih di Thailand yang malahan menyambung benih mereka ketika tingginya sudah mencapai 1,5 m. Penyambungannya pun bukan mereka lakukan di pesemaian, melainkan langsung di lahan budidaya. Caranya, sejak awal mereka menanam batang bawah dengan pola seperti menanam benih yang telah tersambung. Setelah tanaman tumbuh baik, dilakukanlah penyambungan dengan sambung pucuk. Bukan dengan sambung mata tempel.
Kelebihan sambung pucuk adalah, kualitas batang atas akan menjadi cukup baik. Selain itu bekas sambungan juga akan membentuk permukaan kulit batang yang halus, bukan berupa benjolan seperti pada penyambungan dengan mata tempel. Salah satu syarat untuk bisa melakukan penyambngan dengan pucuk ranting adalah, harus tersedia pohon induk batang atas dalam jumlah yang cukup banyak. Sebab kebutuhan pucuk untuk penyambungan adalah satu ranting untuk satu benih. Sementara dengan mata tempel, satu ranting batang atas bisa digunakan untuk menyambung belasan benih. Di Thailand, tidak ada lagi penangkar benih durian yang menyambung dengan mata tunas. Semuanya menggunakan pucuk ranting. Sebab di sana, populasi pohon induk sebagai batang atas cukup banyak.
Penangkar kita masih menggunakan mata tunas untuk menyambung benih. Sebab di sini, populasi pohon induk masih sangat terbatas. Bahkan pohon induk yang masih belum pernah berbuah pun, sudah diambil entresnya untuk disambungkan di batang bawah. Sentra penangkaran benih yang stok batang atas monthongnya cukup adalah di Pekalongan, Lampung. Di sini ada Balai Benih Induk yang memiliki batang atas monthong tanaman tahun 1970an (umur di atas 30 tahun) sebanyak sekitar 300 pohon. Hingga ketersediaan entres di sentra penangkaran di Lampung ini sangat terjamin. Namun tetap saja para penangkar di sini masih menggunakan mata tunas untuk penyambungan. Bukan menggunakan pucuk ranting.
Kelemahan lain dari benih durian yang beredar di pasaran adalah, kualitas batang bawahnya juga tidak ketahuan. Para penangkar benih durian di Jabotabek, umumnya mengumpulkan biji durian dari para penjual durian kakilima. Biasanya para penggemar durian di Jakarta malas untuk membawa pulang durian yang mereka beli di kalilima. Untuk amannya, mereka cenderung minta dibukakan di tempat. Kalau bagus dibayar, kalau busuk atau mentah tidak dibayar. Biji-biji durian inilah yang kemudian dikumpulkan dan ada pihak yang menampungnya untuk disetorkan ke penangkar benih. Dengan biji yang berasal dari bermacam durian ini, bisa kita bayangkan betapa beragamnya kualitas batang bawah nantinya.
Idealnya batang bawah durian menggunakan varietas yang perakaran dan batangnya kuat, sudah berumur tua dan buahnya lebat meskipun ukurannya kecil-kecil. Syarat lain adalah, ponggenya haruslah cukup besar ukurannya. Para penangkar benih di Thailand, umumnya menggunakan batang bawah chanee yang dikenal bandel dan tahan kekeringan. Di Indonesia, kita bisa menggunakan batang bawah durian lokal yang cukup baik kulitasnya. Untuk berburu durian lokal calon batang bawah ini, para penangkar biasa datang ke sentra-sentra durian, kemudian memborong buah langsung di pohonnya. Biji dari buah pohon pilihan inilah yang sangat ideal untuk digunakan sebagai batang bawah nantinya.
Kelebihan batang bawah dari pohon pilihan ini adalah, jenisnya pasti seragam. Hingga pertumbuhan benih nantinya juga bisa serentak. Kedua, kualitas batang bawahnya juga ketahuan, sebab kita sudah melihat sendiri, bagaimana kondisi tanaman durian tersebut. Ketiga, kita bisa menangani biji durian tersebut sebaik mungkin. Sebab biji “sapuan” istilah yang digunakan oleh para penangkar untuk biji durian dari pedagang kakilima, kondisinya bisa saja sudah memar-memar atau terinjak-injak kaki. Biji yang sejak awal kita tangani, bisa dijaga agar tetap utuh dan tidak cacat.
Setelah daging buahnya dimakan, biji-biji durian yang seragam karena berasal dari satu individu tanaman itu, selanjutnya dicuci bersih dan diangin-anginkan. Setelah biji itu kering, segera disemai. Penyemaian paling ideal dilakukan langsung dalam polybag. Media polybag berupa tanah dengan campuran kompos, pupuk kandang dan sekam kotoran ayam broiler. Dalam jangka waktu antara 5 hari sd. 1 minggu, semai akan tumbuh. Selang satu bulan, ketika tumbuh daun pertama, para penangkar akan melakukan penyambungan dengan mata tempel. Kalau kita ingin kualitas benihnya baik, maka semai ini tetap kita biarkan di polybag tanpa disambung terlebih dahulu.
Biasanya penyemaian biji durian di Jawa, dilakukan pada bulan-bulan Desember sd. Januari. Pada bulan Februari sd. Maret, dilakukan penyambungan dengan mata tempel. Bulan-bulan Mei sd. Juni, benih sudah bisa dipasarkan untuk ditanam pada awal musim penghujan nanti. Namun pada awal musim penghujan, benih-benih itu baru setinggi 50 cm. hingga masih belum terlalu kuat untuk ditanam di lokasi lahan. Para pekebun yang menginginkan benih kualitas baik, tetap memelihara semai batang bawah itu sampai dengan bulan November. Tinggi semai batang bawah yang belum disambung ini, sudah mencapai sekitar 1 m. karena tidak mengalami stagnasi penyambungan.
Karena dipindah langsung dari polybag dan ketinggiannnya sudah mencapai 1 m, benih batang bawah ini akan cepat sekali pertumbuhannya. Pada bulan-bulan Juni dan Juli, tanaman batang bawah yang sudah berada di lahan ini bisa mencapai ketinggian sekitar 1,5 m. Pada saat itulah dilakukan penyambungan dengan tunas pucuk. Kalau penyambungan ini gagal, bisa diulang lagi pada bulan berikutnya (Agustus atau September). Penyambungan pada musim kemarau tingkat keberhasiannya akan lebih tinggi, sebab getah tanaman relatif pekat, serta tidak akan terganggu guyuran hujan.
Tanaman yang sudah tersambung pada bulan-bulan Juli ini, ketika musim penghujan datang akan sangat pesat pertumbuhannya. Hingga pada umur empat tahun sejak tanam di lahan (lima tahun sejak semai), tanaman durian akan mulai berbunga. Dengan penyambungan langsung di lahan setinggi 1,5 m. ini, beberapa keuntungan bisa diperoleh. Pertama, batang bawah sudah relatif kuat karena sudah tertanam di lahan. Kedua apabila terjadi kegagalan, bisa dilakukan penyambungan tahap dua dst. Yang ketiga, tanaman durian monthong kita nantinya akan relatif lebih tahan terhadap serangan pytopthora.

Dipublikasi di Durian | Tag , , | Meninggalkan komentar